Jakarta, 10 Agustus 2019

Kabar membanggakan hadir kembali dari siswa-siswi MTsN 7 Model Jakarta. Sebanyak 8 prestasi berhasil diraih oleh siswa-siswi MTsN 7 Model Jakarta pada lomba SKYLYFE di SMAN 99 Jakarta Timur. Raihan yang diperoleh tersebut yakni juara 1 lomba Kaligrafi yang diraih oleh siswi Fauziah kelas 7.4, juara 3 lomba Kaligrafi yang diraih oleh siswi Muthi’ah Wafa’ Labibah Ihsan kelas 7.1, juara 1 lomba MTQ yang diraih oleh siswa M. Ibnu Syafi’i kelas 9.5, juara 2 lomba MTQ yang diraih oleh siswa Rifki Saleh kelas 9.1, juara 3 lomba MTQ yang diraih oleh siswi Naisya Safitri kelas 8.6, juara 1 lomba Mading yang diraih oleh Nayla S kelas 8.2, juara 2 lomba Mading yang diraih oleh siswi Raisha B kelas 8.3, dan juara 3 lomba Mading yang diraih oleh siswi Fatihah Kaysa A S kelas 8.3. Dengan torehan prestasi tersebut, MTsN 7 Model Jakarta menyandang predikat sebagai juara umum pada perlombaan SKYLYFE di SMAN 99 Jakarta tersebut. Peserta lomba ini pun meliputi sekolah sekolah se-Jabodetabek.

Menurut, Bu Iis Mulyaty, S,Pd., selaku guru pembimbing, para juara tersebut telah melakukan latihan dan persiapan diri setiap minggu selama 4 kali latihan. Sebelumnya, para peserta mengikuti seleksi sekolah terlebih dahulu dan mereka berlatih selama 2 pekan. Selain dibimbing oleh Bu Iis, beliau juga dibantu oleh 4 pelatih/ mentor dari ekskul rohis dan keseluruhan siswa yang berlomba tersebut berasal dari ekskul Rohis. Raihan ini merupakan raihan tahun ketiga yang diperoleh MTs N 7, dengan siswa Rifki Saleh yang berturut-turut menjadi juara. Sebagai guru pembimbing, Bu Iis memberikan kiat bahwa untuk mengantarkan siswa siswi menjadi juara maka teruslah memberikan motivasi dan kepercayaan pada mereka.

Meskipun dengan prestasi yang membanggakan ini ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, “Siswa-siswi tersebut sebagian masih ada yang kurang percaya diri pada kemampuan mereka sehingga membuat sebagian dari mereka maju mundur dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Hal seperti ini membuat kami perlu memotivasi dan menanamkan mindset kepercayaan diri mereka karena sayang jika kompetensi mereka tidak diasah pada lomba ini. Selain itu, hal yang perlu dievaluasi untuk bisa mempertahan dan meningkatkan prestasi dalm artian jika ingin berlanjut secara berjenjang sampai tingkat internasional, maka sekolah membutuhkan pelatih yang benar-benar profesional di bidangnya seperti MTQ dan kaligrafi dikarenakan saya bukan ahli di bidang tersebut.” Papar Bu Iis Mulyaty, S.Pd.

(NL/MLD)