Jakarta – Agustus 2019,

Kompetisi Sains Madrasah, salah satu kegiatan edukatif yang digadang-gadang oleh Kementerian Agama RI telah selesai dilaksanakan untuk tahap seleksi provinsi. Penyeleksian ini tak urung diikuti juga oleh perwakilan MTs Negeri 7 Model Jakarta. Zahran Nur Ihsan (14), siswa kelas 8, MTs Negeri 7 Model Jakarta berhasil meraih posisi kedua dalam kejuaran bergengsi tersebut.

Dengan bekal yang sudah dipersiapkan selama 1 tahun, Zahran Nur Ihsan membawa predikat juara kedua se-DKI Jakarta untuk MTs Negeri 7 Model Jakarta. Diakui oleh pembina lomba KSM-nya, Ikhwan Santosa, S.Pd., Zahran sudah mendapatkan pembinaan selama 18 kali pertemuan. “Pembinaan diawali dengan adanya seleksi peserta di dalam sekolah selama 5 tahap. Penyeleksian secara 5 tahap itu diproses dengan adanya seleksi berupa penyelesaian soal-soal terintegrasi yang tingkat kesulitannya bertambah pada tiap tahapnya. Tujuan penyeleksian ini agar kami dapat menemukan siswa dengan kemampuan yang konsisten, dan kami temukan itu pada siswa Zahran Nur Ihsan,” ujar Ikhwan Santosa saat diwawancarai.

Zahran bukanlah siswa satu-satunya yang dibina oleh beliau untuk persiapan KSM ini, ada 5 orang siswa lainnya yang mendapatkan pembinaan. Namun, dengan melihat kompetensi Zahran yang konsisten tersebut, maka Zahran terpilih untuk mewakili MTs Negeri 7 Model Jakarta hingga berhasil menyabet juara 2 tingkat provinsi. Saat penyeleksian di sekolah, Zahran yang pada saat itu masih duduk di kelas 7 bahkan berhasil menyisihkan siswa lain yang berada di kelas yang lebih tinggi, yakni kelas 8 dan 9.

Menurut Ikhwan Santosa, S.Pd. hal tersebut tidak terlepas dari keunggulan Zahran dalam menghadapi soal-soal sulit. “Zahran merupakan tipe siswa yang memiliki daya tangkap yang cepat. Anak ini, apabila dihadapkan dengan soal yang panjang dan rumit bisa dengan cepat diselesaikan. Pernah saya memiliki pengalaman menarik dengannya, yakni saat saya instruksikan untuk menyelesaikan suatu soal dan saya memprediksi Zahra bisa mengerjakan dalam waktu 10 menit. Akan tetapi, sampai 15 menit berlalu saya perhatikan anak tersebut malah asyik menonton Youtube dan tidak terlihat sedang serius mengerjakan, ketika saya tegur, ternyata Zahran mengatakan bahwa dia sudah selesai mengerjakan soal sejak tadi. Ini hal yang menarik bagi saya, lalu saya coba dengan soal yang lain, dan ternyata memang benar, Zahran bisa dengan cepat dan tepat dalam mengerjakan soal rumit sekalipun,” papar Ikhwan Santosa.

“Satu hal yang penting untuk ditanamkan dalam diri siswa adalah, tidak ada artinya apabila kita mendapat nilai yang bagus, jika saingan kita nilainya jauh lebih bagus,” tegas Ikhwan Santosa untuk memotivasi pada tiap binaannya. “Belajar lebih banyak, mengerjakan soal lebih banyak, berdoa lebih banyak,” lanjutnya.

Dengan upaya yang telah dilakukan, masih ada hal yang harus dievaluasi dalam persiapan KSM ini, yakni seleksi anggota akan diperbaiki metodenya, pembinaan seawal mungkin, dan akan dibuat buku panduan/modul pembinaan. Selain itu, evaluasi lain dari para peserta adalah para peserta harus memiliki disiplin berlatih yang tinggi, mandiri, dan memiliki inisiatif dalam menambah pelatihan.