PUISI BULAN JANUARI

Oleh: Sri Hijaya Gustiningsih

Jumat dini hari
Kala usai mengumandangkan kalam Ilahi
Aku tafaqqur merenung seorang diri
Di Negeri yang kucintai
Di Bumi Ibu Pertiwi
Bencana datang bertubi – tubi
Tragedi jatuhnya si burung besi
Di perairan antara Pulau Lancang dan pulau Laki
Air mata tak terbendung mengalir sampai ke pipi
Dari sanak keluarga
Dari sanak famili
dan juga dari seluruh anak negeri ini
Tragedi runtuh nya
tebing yang tinggi
di sana – sini
Tragedi gempa bumi
yang menggetarkan
hati
Meruntuhkan gedung yg tinggi
menimbun warga yang tak mampu menyelamatkan diri
ada pula yang berlari
dan harus rela mengungsi
Tak peduli lagi
walau masih pandemi
Pecah tangis bayi di malam hari yg sunyi sepi
Di dalam tenda pengungsi
Membuat pilu di hati
Tragedi air bah di berbagai provinsi
menerjang semua yang di lalui
Gunung berapi pun silih berganti erupsi
awan panas membumbung tinggi
Sungguh – sungguh ngeri
Kasus korupsi yang tiada henti
Yang selalu di tanyangkan di televisi
Seolah lupa dengan janji
Seolah tak sadar akan menempati
ruangan 2.5 x 1.5 meter persegi
Para Alim ulama pun banyak yang telah kembali
Ke alam nan abadi
Siapa lagi yang akan menerangi jiwa ini
Siapa lagi yang akan membimbing anak cucu kami
Di jalan yang haqiqi
Jalan yang diridhohi Ilahi

Ya Allah Ya Robbi
Apa salah dan dosa kami?
Ya Allah ya Robbi
Ampunilah kami
Lindungilah negeri ini
Akhiri pandemi ini
Agar kami
bisa menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan tenang sepanjang hari
Agar seluruh jamaah Indonesia bisa kembali menunaikan ibadah umroh dan haji
ke tanah suci
Akupun harus sabar antri
sampai tiba waktunya nanti
Terimalah doa kami
Yaa Allah Robbi…

Jatiwaringin
Akhir Januari 2021